Senin, 04 Januari 2010

Coretan Tembok

Di pagi hari yang cerah, di desa suka makan, terdapat satu rumah besar yang di singgahi oleh dua orang kakak beradik yang bernama jajang dan jojon. Jojon adalah anak yang tidak disiplin dan malas. Dia tidak pernah perduli dengan keadaan di rumahnya. Bahkan, kamarnya sendiripun, tak pernah ia benahi.

Berbeda dengan sang kakak yang rajin melakukan pekerjaan di rumah. Suatu hari, Jajang menasihati jojon agar tidak malas untuk melakukan pekerjaan. Tapi, Jojon malah tak memperdulikannya. Lalu Jajang berkata, “Jojon, rajin itu bukan untuk kakak, tapi untuk dirimu sendiri. Kalau kamu malas, nanti kamu sendiri yang akan susah.” Jajang melihat sekitar kamarnya Jojon, kemudian berkata, “Coba kamu lihat kamarmu yang seperti kapal pecah ini! Temboknya pun banyak sekali coretannya! Padahal sudah kakak beritahu, ‘JANGAN CORAT CORET TEMBOK’.”. kemudian Jojon menjawab, “Ah, masa sih Kak? Aku tak ingat kakak pernah berkata seperti itu.”

“Jelas saja, aku memang tidak memberitahumu secara langsung. Tetapi aku sudah menulis pesan di tembok kamarmu!” Jelas Jajang.

“Oh… maksud kakak tulisan ‘JANGAN MENCORET-CORET TEMBOK’? Jadi itu tulisan kakak? Uh…! Kakak bilang jangan mencorat-coret tembok! Tetapi kenapa kau sendiri menulis pesan itu di tembok kamarku? Itu sama saja kakak mengotori tembok kamarku…! Kalau begitu kakak saja lah, yang membersihkannya! Kan kakak juga turut berpartisipasi dalam mencoret tembok itu!”, “Lagipula kakak pula kan, yang mencorat-coret kamar mandi? Sudahlah, mengaku saja…”

Jajang menjawab, “Sok tahu, kamu! Lagipula itu kan hanya kamar mandi. Nanti juga aku sikat!”

Lalu Jojon berkata, “Ya sih, tapi tetap saja aneh… masa pengalaman pribadi tentang pacarmu kau tulis di kamar mandi? Kau fakir kamar mandi ajang curhat?!!! Aaaaaappha itu?!!”

Jajang menjawab, “Yasudah, aku mengaku salah. Tapi yang jelas kamu harus membantuku melakukan pekerjaan rumah, suka tidak suka! WAJIB!!!”

“Yasudahlah, lihat saja nanti…” Kata Jojon.